Kamis, 27 Juni 2019

Juni Bertemu Juli


Ada sebuah novel berjudul "Hujan Bulan Juni", menceritakan sebuah perjuangan cinta. Ada masanya kamu harus memperjuangkannya sendiri, karena hanya kamu yang tahu cara terbaik menyelesaikan sebuah masalah. Kepercayaan pun akan diuji seiring pembuktian yang akan kamu lakukan. Pada akhirnya kamulah penentu.
Namun bukan isi novel "Hujan Bulan Juni" yang akan tertuang dalam tulisan ini, melainkan masa-masa yang akan menjadi kenangan bagi seseorang. Pada suatu ketika ketika menatap kalender, mata kita akan terfokus pada angka-angka tertentu. Bisa jadi angka tersebut menunjukkan kapan kita akan bertemu seseorang, orang yang kita kasihi pertamakali lahir ke dunia atau saat dimana angka tersebut mengingatkan kapan terakhir kali kita menemui orang yang kita kasihi. 
Sudah tujuh tahun terakhir ini terjadi padaku, setiap penghujun bulan Juni naluri membawaku untuk menatap angka-angka di kalender, disana tertulis dengan jelas "Juli" bulan yang membuat hatiku serasa sesak, terluka namun tak berdarah. Memori lama dalam peti yang disimpan sangat rapi di dasar hati terbuka seketika. Mengingatkan masa dimana perpisahan adalah batas terakhir dari mencintai. Garis yang tak bisa ditolak apalagi sengaja dilewati. Perpisahan yang tak lagi mengenal kata "sampai jumpa" karena yang ada hanya "selamat tinggal" dengan aku yang tertinggal bersama kenangan.
Ketika hujan di bulan Juni doaku hanya satu, Juli tahun ini akan membawa kebahagiaan dan kebaikkan tanpa harus mengulang kesedihan di Juli lalu. Aku akan dengan senang hati berpisah untuk mereka yang kucintai, dengan janiji ada pertemuan abadi di hari nanti. Di hari yang sudah sang pencipta siapkan.

Senin, 28 November 2016

Tutorial Penggunaan Chainning Function pada Jquery



Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit membahas tentang penggunaan chainning pada Jquery. Mungkin dari sebagian kita akan sangat kurang familiar dengan istilah chainning pada jquery. Chainning pada jquery merupakan sebuah function yang digunakan untuk menggabungkan beberapa methode dalam sebuah aksi. Chainning sendiri berarti rantai atau dapat diartikan bahwa function chainning ini memberikan efek ganda ketika diterapkan.  Oh iya mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa sih function chainning ini ada di jquey, alasannya karena pada jquery ini adalah library yang sudah ada, jadi hanya perlu kita panggil saja. Sehingga akan semakin mempermudah dalam penulisan baris coding dan tentunya menghemat baris koding itu sendiri. Nah kira-kira ada gak nie bayangan dari temen-temen tentang penggunaan chainning? Atau masih ada yang kurang paham? Kalo gitu yuk kita liat gambaran dari penggunaan chainning ini.
<!DOCTYPE html>
<html>
<head>
<meta charset="UTF-8">
<title>Chaining di Jquery</title>
<script src="jquery-2.1.4.js"></script>
<script>
   $(document).ready(function() {
 
     $("#tombol").click(function() {
       $("#box").slideToggle("slow");
     })
 
   });
   </script>
   <style>
   #box {
     width: 300px;
     height: 300px;
     background-color: #00ccff;
     border: 5px solid black;
   }
   </style>
</head>
<body>
<h2>Chaining di Jquery</h2>
<button id="tombol">Coba Klik</button>
<br><br>
<div id="box"></div>
</body>
</html>

Hasilnya ketika teman-teman jalankan di browser akan menampilkan hasil seperti ini:

Gambar 1 Tampilan Awal Ketika Dijalankan di Web Browser
Gambar 2 Tampilan Ketika Button “Coba Klik” di Klik

Ketika pertamakali dijalankan hanya muncul button saja, namun ketika button tersebut di kik maka akan muncul box yang turun dari button yang di klik an.

Jika diperhatikan mungkin koding di atas tidak ada yang spesial. Namun ada yang teman-teman perlu perhatikan bahwa ada bagian dari koding ini yang mengakses ke library jquery yakni
<script src="jquery-2.1.4.js"></script>
Untuk itu teman-teman harus  mendownload jquerynya ya. Jika tidak maka program ini tidak akan berjalan. Untuk mendownload jquerynya teman-teman bisa berkunjung ke https://code.jquery.com/jquery-2.1.4.js dan simpan dengan nama yang sama sesuai source yang akan di akses. Nah disini kita juga menggunakan Slidetoggle untuk memanggil library jquery tersebut. Jika tidak manggunakan Slidetoggle maka kita tidak dapat mengambil isi library jquery tersebut.
$(document).ready(function() {
 
     $("#tombol").click(function() {
       $("#box").slideToggle("slow");
     })
Mudah bukan? Teman-teman bisa mengimplementasikan chainning ini dalam berbagai kasus lainnya. Selamat menoba.

Minggu, 01 November 2015

File Sistem, FAT32 VS NTFS




File Sistem/sistem berkas adalah struktur logika yang digunakan untuk mengendalikan akses terhadap data yang ada pada harddisk. Dalam File Sistem, terdapat berbagai jenis dan penggunaan algoritma yang berbeda. Semakin baru jenis dari sebuah File Sistem, maka semakin bagus pula kualitas dari File Sistem tersebut. Pada artikel ini kita akan sedikit membahas serta membandingkan dua buah file sistem yakni FAT32 serta NTFS, yang tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
FAT32 adalah sebuah turunan dari File Allocation Table (FAT) sistem berkas. FAT32 mendukung ukuran cluster yang lebih kecil dan volume yang lebih besar dari FAT, hasilnya adalah alokasi ruang yang lebih efisien dengan volume FAT32. Diperkenalkan ke masyarakat luas ketika era windows 98. FAT32 menggunakan cluster address 32 bit yang memungkinkan untuk membuat partisi hingga 124 GigaByte, akan tetapi bila kita melakukan format langsung dari windows, maka hanya terbatas hingga 32 GigaByte. Besar maximal file adalah 4 GigaByte (belum tentu cukup untuk kita menyimpan image dalam sebuah DVD).
NTFS (NT File Sistem) adalah sebuah sistem file canggih yang menyediakan kinerja, keamanan, keandalan, dan fitur-fitur canggih yang tidak ditemukan dalam versi FAT. Sebagai contoh, NTFS menjamin konsistensi volume dengan menggunakan catatan transaksi yang standar dan teknik pemulihan. Jika sistem gagal, NTFS menggunakan catatan file dan informasi checkpoint untuk mengembalikan konsistensi dari sistem file. Pada Windows 2000 dan Windows XP, NTFS juga menyediakan fitur-fitur canggih seperti hak akses file dan folder, enkripsi, disk quota, dan kompresi. Pada file sistem ini besar partisi max 256 Terra Byte sedangkan besar datanya 16 Terra Byte. NTFS support terhadap metadata, yaitu database yang berisi informasi suatu file.
Untuk lebih mengetahui perbedaan keduanya, maka akan disajikan dalam bentuk tabel dengan beberapa indikator pembanding.
Indikator
FAT 32
NTFS
Kesimpulan
Kinerja dan Kemampuan Akses
Pada FAT32 proses pengaksesan file akan jauh lebih lambat jika file terfragmantasi dan bagian-bagiannya tersebar jauh dalam disk.
Dalam pencarian file cluster, FAT melakukan pemeriksaan pada tabel FAT untuk menemukan free cluster

NTFS dapat mengakses file dengan cepat karena NTFS menyimpan data atribut dalam MFT, namun jika file terfragmentasi menjadi banyak bagian, maka perpindahan head dari disk akan memperlambat pengaksesan.
Pada NTFS satu cluster direpresentasikan dengan 1 bit, sehingga NTFS membutuhkan waktu yang jauh lebih sedikit untuk menemukan free space disbanding dengan FAT32
Secara umum NTFS mempunyai kecepatan akses file yang lebih baik daripada FAT32.
Ukuran Partisi dan Banyak File
FAT32 mempunyai ukuran maksimum file sebesar 4 Gigabytes.
FAT32 mempunyai batas maksimum jumlah cluster sebanyak 268.435.456 cluster dalam satu partisi.

NTFS memiliki ukuran maksimum file yang hamper tidak terbatas, terbatas sampai sebesar ukuran partisi.
NTFS jumlah cluster maksimumnya hamper tidak terbatas. Struktur direktori NTFS lebih efektif, kecepatan NTFS jauh lebih cepat.
Kecepatan NTFS jauh lebuh cepat daripada FAT32.

Keamanan Data
FAT32 tidak memiliki metode untuk melakukan perbaikan dan pemulihan data, sehingga system ini rentan terhadap kerusakan.
NTFS memiliki built-in security, yang memungkinkan untuk mengatur permission dari masing-masing file maupun direktori.
NTFS sangat baik untuk computer yang berbasis network.
Daya Tahan
FAT32 tidak memiliki metode untuk melakukan perbaikan dan pemulihan data, sehingga daya tahan dari FAT32 sangat rentan.
NTFS menggunakan standart transaction logging, sehingga pemulihan terhadap kesalahan yang tidak diinginkan dapat dilakukan dengan mudah.
NTFS lebih unggul dari FAT32 dalam hal daya tahan dan keamanan data.

Efisiensi Penggunaan Disk Space
Pengguna disk space pada FAT32 lebih boros.
Pengguna diskspace pada NTFS lebih hemat, karena NTFS menggunakan cluster yang lebih kecil.
Ukuran cluster yang kecil membuat disk space yang tergabung lebih sedikit.
Kecocokan dengan File Sistem Lain
Partisi yang menggunakan FAT32 dapat diakses oleh partisi lain, baik yang menggunakan FAT32 maupun NTFS.
Partisi yang menggunakan NTFS hanya dapat diakses oleh partisi lain yang juga menggunkan NTFS. Partisi yang menggunakan NTFS tidak dapat dibaca oleh partisi yang menggunakan FAT.
FAT32 lebih compatible, baik dengan FAT32 sendiri maupun NTFS.